Jumat, Mei 22, 2026
Jumat, Mei 22, 2026

Wujudkan Satu Data, Pemkab Butur Sosialisasi Desa Cantik

IKHTIARNUSANTARA.COM, BURANGA –Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Pemkab Butur) resmi membuka sosialisasi dan pencanangan desa/kelurahan cinta statistik (Desa Cantik) 2026 di Aula Setda Butur, Kamis (30/4).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPS Butur dan dibuka langsung Wakil Bupati Butur, Rahman.

Wakil Bupati Butur dalam sambutannya mengungkapkan, program desa cinta statistik merupakan langkah strategis dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk percepatan dan memperkuat pengelolaan data di kabupaten sampai pada tingkat desa/kelurahan.

“Dalam berbagai forum resmi pemerintahan, Bupati Buton Utara kerap mengingatkan kepada semua pihak, bahwa pembangunan daerah harus bertumpu pada perencanaan yang berbasis data, terukur, dan akuntabel, “terang Rahman.

Hal tersebut, dia katakan sejalan dengan arah kebijakan RKPD Butur 2026 yang mengusung tema “Meningkatnya daya saing dan produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif”, ditegaskan kembali beberapa fokus utama pembangunan di Buton Utara yaitu, pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendorong daya saing daerah, penguatan ekonomi masyarakat dengan pemanfaatan sumber daya lokal berkelanjutan, serta tata kelola pemerintahan untuk peningkatan layanan publik.

“Seluruh prioritas itu tidak akan berjalan optimal tanpa didukung oleh data yang berkualitas (akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan), yang dibangun dari level pemerintahan paling bawah,” uangkap mantan KNPI Butur ini dalam sambutannya.

Ia menambahkan, desa dan kelurahan merupakan basis data paling fundamental dalam struktur pembangunan daerah. Kualitas data desa/kelurahan akan sangat menentukan kualitas kebijakan di tingkat kabupaten.

Olehnya itu, dia berharap program desa cantik ini dapat meningkatkan kapasitas aparatur desa/kelurahan dalam pengelolaan data, sehingga menghasilkan data desa yang akurat dan terintegrasi untuk perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Desa tidak sekadar objek pembangunan, tetapi Desa menjadi subjek yang mampu mengelola data secara mandiri dan berkelanjutan, memiliki standar pengumpulan dan pengolahan data yang baik, serta mampu menyajikan data sebagai dasar perencanaan pembangunan desa/kelurahan,” tutupnya.

Diketahui, sosialisasi dan pencanangan desa cantik dihadiri Kepala BPS Butur Suharjufito Endo, SST, ME., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Muh. Amaluddin Mokhram, SS., M.Si., unsur Bappeda, para Kepala Desa dan Lurah, serta agen statistik Kelurahan Lakonea, Desa Laangke, dan Malalanda. (Wan)

Related Articles

IKLAN

Berita Terbaru