Rabu, Mei 22, 2024
Rabu, Mei 22, 2024

KPK RI Diminta Usut Dugaan Proyek Mangkrak Senilai Rp.31,9 Miliar di Butur

IKHTIARNUSANTARA.COM, BURANGA –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia diminta mengusut tuntas proyek pembangunan jembatan penghubung langere – tanah merah, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur) yang diduga mangkrak.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Pemerhati Infrastruktur Daerah dan Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (Lepidak Sultra) Laode Harmawan, SH melalui pesan whatsapp beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, proyek yang menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp.31,9 miliar itu dikerjakan oleh PT. Sinar Bulan Group sejak 2022 hingga saat ini belum ada tanda-tanda penyelesaian.

“Pekerjaan ini dilakukan sejak 19 Desember 2022 sampai 23 Desember 2023 belum ada penyelesaian. Fakta dilapangan sesuai hasil investigasi kami, pekerjaan tersebut diduga mangkrak atau tidak diselesaikan oleh pihak kontraktornya, PT Sinar Bulan Group. Sedangkan uang muka sudah dicairkan sebesar 15 persen, sementara hanya menyelesaikan pekerjaan sekitar 7 persen,” jelasnya.

Olehnya itu, ia meminta KPK RI untuk melakukan langkah-langkah penuntasan kasus tersebut, karena menurutnya bukan hal yang perlu di tutupi lagi dan sudah menjadi konsumsi publik khususnya di Kabupaten Buton Utara.

“KPK RI untuk melakukan langkah-langkah supervisi, karena sebanyak enam pengaduan telah saya laporkan, terkait dugaan korupsi di Kabupaten Buton Utara tidak jelas perkembangan kasusnya. Sekali lagi saya meminta KPK RI dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait, terutama di Dinas PUPR Butur sebagai penanggung jawab pekerjaan,” ungkap Harmawan.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Butur Ir. Zalman, saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (9/1) mengatakan, sementara dalam pengurusan. “Bagusnya satu informasi saja, jangan lewat saya, sama pa Kadis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Butur Mahmud Buburanda saat dikonfirmasi melalui whatsapp, Selasa (9/1) mengatakan, terkait untuk progres pekerjaan sebaiknya di Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). “Kadis tidak mengetahui progres fisik,” ungkapnnya.

Sementara ditanya soal tudingan pembangunan jembatan penghubung langere – tanah merah yang diduga mangkrak dan KPK RI di minta usut tuntas, Mahmud Buburanda menjawab, oh ia siap dinda. “Semoga semua lancar dan diberi kemudahan dalam bekerja,” terangnya. (Wan)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Berita Terbaru