Jumat, Mei 24, 2024
Jumat, Mei 24, 2024

Khutbah Idul Fitri 2023 Sarana Perkokoh Persatuan Masyarakat Modal Membangun Sultra

IKHTIARNUSANTARA.COM, KENDARI – Pelaksanaan sholat hari raya Idul Fitri 1444 H /22 April 2023 M, di Mesjid Raya Al-Kautsar Kendari, dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Drs Asrun Lio M.Hum PhD, dan Ketua DPRD Sultra H Abdulrahman Shaleh SH M Si, beserta keluarga.

Sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri 1444 H, Sekda Sultra Asrun Lio dan Ketua DPRD Sultra Abdurahman Shaleh, secara bergantian diatas mimbar menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1444 H, bertepatan Sabtu 22 April 2023 M, kepada jamaah masjid Raya Al-Kautsar dan seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Atas nama pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara saya mengucapkan selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H, tahun ini, taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan bathin. Selamat meraih kemenangan di hari yang fitri ini,” Asrun Lio menutup ucapan selamat hari raya idul fitri yang sebelumnya diawali dengan bertakbir sebanyak tiga kali.

Sekda Sultra Drs Asrun Lio MHum PhD, mengatakan, masyarakat Sultra patut bersyukur telah melewati masa pandemi Covid-19, dan pemerintah telah mencabut aturan pembatasan sosial akibat pandemi C-19, sehingga tahun ini masyarakat lebih leluasa melaksanaan ibadah sholat ied secara berjamaah.

Mendahului Sekda Sultra Drs Asrun Lio MHum PhD, Ketua DPRD Sultra H Abdurrahman Shaleh SH M Si, menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara yang tersebar di berbagai pelosok baik desa dan kota di 17 kabupaten-kota di Sultra.

Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1444 H, di mesjid Raya Al-Kausar, dipadati ratusan jamaah baik dilantai satu, lantai dua, pelataran masjid hingga berjubel sampai ke jalan raya sisi kiri – kanan mesjid. Meski kondisi lingkungan pelataran masjid Raya Al-Kautsar masih digenangi sisa air hujan sejak subuh hari, tak menghilangkan semangat jamaah antusias menggelar sajadah berlapis kertas koran dan alas seadanya, baik di pelataran halaman depan, hingga jalan raya.

Tepat pukul 07.00 wita, pelaksanaan sholat ied dimulai, dipimpin imam besar Masjid Raya Al-Kautsar KH Mursyidin, dilanjutkan khutbah Idul Fitri yang dibacakan Dr H Supriyanto MA, Wakil Ketua Pengurus Masjid Raya Al-Kutsar Kendari, mengangkat tema “Idul Fitri Sarana Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Menuju Sulawesi Tenggara Aman Maju dan Bermartabat”.

Allahu Akbar 3x Wa lillahilhamd, Jamaah Sholat Ied Rahimakumullah, awal mula dirayakan idul fitri pada tahun ke-2 H, disaat kaum muslimin meraih dua kemenangan besar, yaitu kemenangan dalam perang badar dan kemenangan atas paripurnanya dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Hari raya idul fitri di Indonesia dikenal dengan istilah lebaran, yang berarti ‘selesai’. Jadi lebaran maknanya telah selesai menjalankan kewajiban puasa lalu diwujudkan dalam perayaan atau hari kebahagiaan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd, Kemenangan dan kebahagiaan di hari yang fitri ini terasa lebih sempurna jika dirayakan bersama orang-orang yang kita cintai. Inilah yang memunculkan tradisi mudik di negara kita. Sebuah tradisi berisikan kerinduan di tanah rantau untuk pulang melihat kembali tanah kelahiran. Sebuah tradisi luhur untuk kembali berkumpul dengan keluarga sekaligus bersimpuh dalam pelukan kedua orang tua. Karena itu mudik bukan hanya bermakna pulang kampung, namun syarat nilai spiritual yang tak dapat diukur dengan materi.

Kemewahan perkotaan tak akan bisa menggantikan manisnya kenangan kesederhanaan bersama teman masa kecil yang selalu membayangi menjelang lebaran. Berbagai fasilitas ditanah rantau tidak bisa menghalangi pulang kampung menuju ibu pertiwi walau berada di pelosok yang terdalam sekalipun. Kerinduan kepada tanah kelahiran seperti ini juga pernah dirasakan oleh Nabi Muhammad SAW

Rasulullah SAW bersabda : “Alangkah indahnya dirimu (Makkah). Engkaulah yang paling ku cintai, Seadainya saja dulu penduduk Mekkah tidak mengusirku pasti aku masih tinggal disini” (HR. al-Tirmidzi).

Allahu Akbar 3x Walillahilham, Idul Fitri berasal dari dua suku kata ‘ied dari kata ‘aada-yauudu yang berarti kembali hari raya. Dikatakan kembali karena hari raya ‘ied itu terjadi secara berulang-ulang, dimeriahkan setiap tahun pada waktu yang sama. Sedangkan al-fitri asal kata alfathara-yufthiru, yang berarti berbuka atau tidak lagi berpuasa. Jadi ‘Idul Fitri artinya kembali hari raya dimana kita tidak lagi berpuasa. Namun kebanyakan orang mengartikan Idul Fitri berarti kembali ke fitri (suci) bebas dari noda dan dosa seperti bayi yang baru lahir atau kembali ke asal kejadian.

Sebab dengan beridul fitri berarti kita harus sadar bahwa asal kejadian kita adalah tanah dan akan dikembalikan ke tanah.

“Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain. (QS: Thaha: 5).

Karena manusia diciptakan Allah dari tanah, tidak heran jika nasionalisme, patriotisme, cinta tanah air dan cinta terhadap kampung halaman merupakan fitrah dan naluri.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd, siapapun yang mencintai daerahnya sudah pasti akan memeliharanya, mendendangkan keindahannya dan menyempurnakan kekurangannya, bahkan bersedia berkorban untuknya. Tanah air Sulawesi Tenggara, harus dibangun dan dipelihara persatuan dan kesatuannya. Persatuan dan kesatuan adalah anugerah Allah yang tak ternilai harganya.

Tak dapat dipungkiri, Sulawesi Tenggara adalah negeri atau daerah yang dikenal sangat aman dan rukun. Indeks kerukunan beragama dan kerukunan masyarakatnya jauh melampaui indeks kerukunan nasional, ini merupakan prestasi yang patut kita banggakan bersama. Berbagai kebijakan dan strategi telah dilakukan pemerintah daerah untuk menciptakan dan memelihara kerukunan inter dan antar umat beragama, untuk Sultra yang aman, maju, sejahtera dan bermartabat. Situasi inilah yang wajib kita rawat dan pelihara bersama.

Suasana yang aman inilah yang menjadi modal utama pemerintah daerah dengan mulus menjalankan dan menuntaskan mega proyek infrastruktur strategis, yang diorientasikan untuk memudahkan akses dan mendekatkan pelayanan rakyat. Misalnya, pembangunan rumah sakit jantung yang terbesar di Indonesia Timur adalah mega proyek yang bertujuan untuk selain memudahkan pelayanan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi ico baru Sulawesi Tenggara untuk melangkah sejajar bahkan jauh lebih maju dibanding provinsi lain di kawasan Timur Indonesia. Kehadiran Rumah Sakit Jantung akan menjadikan daerah kita sebagai salah satu destinasi atau rujukan kesehatan terpopuler di Indonesia.

Begitu juga dengan rendahnya minat baca masyarakat akibat maraknya sajian bacaan yang serba instan di media sosial yang syarat berita hoaks dan tidak mendidik, pemerintah daerah menghadirkan perpustakaan internasional yang merupakan perpustakaan terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Jika ini dimanfaatkan sebaik mungkin dapat menjadi sarana untuk mencerdaskan masyarakat, mematangkan kemampuan berpikir generasi dari mitosentris menjadi logosentris, menjadi agen perubahab bagi masyarakat serta untuk mengasah kemampuan berpikir dan berkomunikasi generasi masa kini. Perpustakaan juga mampu mengubah suatu daerah menjadi lebih beradap dan memiliki kesadaran tinggi. Sebab di negara-negara maju dipastikan budaya baca masyarakatnya tergolong tinggi.

Bahkan kemajuan peradaban Islam di masa lampau berhasil melahirkan para ulama ilmuan muslim dunia, disebabkan oleh tingginya peradaban membaca. Misalnya; Ibnu Sina, dengan temuan bidang kedokteran dan manfaat etanol untuk membunuh mikroorganisme. Al Khawarizmi dengan temuan ilmu Aljabar, trigonometri, astronomi dan algoritma. Ia juga menemukan angka “nol” yang menjadi awalan perhitungan matematika. Al-Jazari, dengan temuannya mesin pompa air yang hingga kini memberi manfaat bagi umat manusia. Ia juga menemukan mesin engkol dan roda bergigi.

Ibnu Khaldun, yang dikenal bapak sosiologi, perintis ilmu ekonomi, teori politik, dasar filsafat sejarah. Al-Battani, yang ahli dibidang astronomi dan matematika. Temuannya yang paling menyita perhatian adalah meletakkan teori bahwa matahari memiliki waktu edar selama 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Inilah yang menjadi dasar kalender yang kita gunakan selama ini. Dan masih banyak ilmuan muslim yang temuan dan karyanya menentukan peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi hingga saat ini. Perlu diketahui munculnya para ilmuan muslim tersebut karena memiliki minat baca yang sangat tinggi.

Khutbah Idul Fitri setebal tujuh halaman, yang dibacakan oleh Wakil Ketua Pengurus Masjid Raya Al-Kautsar Kendari, Dr H Supriyanto MA, ditutup dengan doa sebagai satu rangkainya yang menyempurnakan pelaksanaan sholat Idul Fitri di tahun 1444 H, atau bertepatan Sabtu, 22 April 2023 M. (Rls)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Berita Terbaru